Bagaimana belajar memahami Talents Mapping/TM, memaknai konsep bakat
dan menginternalisasikannya dalam kehidupan sehari-hari? sulitkah?
berapa lama? pertanyaan seperti itu sering ditujukan ke saya.
Saya
hanya menjawab teori TMnya dibaca tuntas, lalu segeralah praktekkan
dalam bentuk aktivitas beragam, berulang-ulang dan aktivitas yang banyak
melibatkan orang, fokuslah pada bakat-bakat dominan saja dan jangan
lupa sempatkan mengevaluasi, merefleksi atas seluruh aktivitas yang
telah dikerjakan. Seperti itulah yang kami terapkan pada HSer ABhome
Kemarin di sesi openmind saya mendapat banyak informasi baru,
kejutan-kejutan yang membuat saya sadar, beginilah cara menyenangkan
dalam menerapkan Talents Mapping untuk anak muda sebagai sarana
menemukan dirinya.
Sambil menyimak presentasi HSer tentang 7-10
bakat-bakat dominan mereka, saya mengevaluasi sejauhmana HSer memahami
konsep bakat dan mengaitkan dengan aktivitas produktifnya dalam rangka
menemukan siapa dirinya.
Sesekali saya membandingkan dengan diri saya ketika seusia HSer, wuihhh jauh kemana-mana bedanya! saya nggak ada apa2nya
🙌
✌
ðŸ’
Acara yang kami rancang ini, sejatinya hanya sebagai latihan HSer
tampil di publik sejauhmana mereka memiliki keberanian diri menceritakan
kekuatan dirinya dilihat dari sisi BAKAT-BAKAT DOMINAN nya, sejauhmana
HSer "menelan" materi Kelas Bakat yang rutin ada di ABhome.
Acara openmind kemarin menjadi panggung rame-rame dari Creator Talents Mapping
Abah Rama Royani, Founder ABhome saya, Manager ABhome
Setyo Budi, Hser dan Volunteer Burhan sang MC. Berikut saya cuplik sedikit yang saya ingat dari mereka:
Abah Rama :
Orang tua akan sulit menemukan sifat-sifat produktif/bakat anaknya jika
orang tua sendiri tidak mengetahui apa sifat produktif/bakat dirinya.
Setyo Budi :
ABhome melihat setiap anak detail di tiga masa : Menggali masa lalu, mengelola masa kini, lalu mengolahnya untuk masa depan
HSer – Atsila
Saya memiliki bakat dominan yang langka di ABhome mungkin di Indonesia,
bakat COMPETITION. Saya memerlukan acuan untuk bersaing dalam meraih
sesuatu, dan saya akan berusaha kuat menjadi yang terbaik. Saya juga
memiliki bakat INTELLECTION, saya suka diskusi hal-hal yang rumit,
ilmiah dan itu selaras dengan project – project saya.
HSer – Jundi
Bakat no. 1 saya DELIBERATIVE, ini terasa sekali ketika saya backpaker
jelajah tiga negara, saya detil melihat peta sebelum kemana-mana, saya
menyiapkan banyak data dan informasi sebelum melangkah. Bakat dominan
INCLUDER saya terasa sekali terstimulus ketika mengetahui semua HSer di
angkatan saya kala itu perempuan semua. Bakat dominan INPUT saya rasakan
ketika di project Bahasa Perancis ini saya mengumpulkan segala hal
terkait Perancis, dari brosur, kamus , novel dan bacaan-bacaan lain,
banyak sekali.
HSer – Andin
Bakat- bakat saya banyak terasah
di project-project yang telah saya kerjakan dan aktivitas di ABhome.
Saya memiliki bakat dominan DELIBERATIVE , dalam menentukan project saya
sangat berhati-hati. Di project saya yang sekarang terkait travel
manajemen Jepang dan Korea, saya sangat merasakan bakat BELIEF saya
dalam melayani pertanyaan para konsumen. 6 dari 10 talents dominan saya
terstimulus di kegiatan yang dilakukan di ABhome
HSer – Rahma
Saya merasakan bakat-bakat saya terstimulus dengan baik saat aktivitas
ABhome outdoor. Saya memiliki bakat COMMAND dan EMPATHY di urutan atas,
dalam banyak kesempatan saya bisa menggunakan gabungan dua bakat itu
untuk mendorong/memaksa teman saya yang memiliki potensi, di sisi lain
jika saya tahu teman saya tidak memiliki kemampuan maka saya tidak akan
memaksa, saya bisa memakluminya.
HSer – Laudia
Bakat COMMAND
saya no.1 , itu makanya saya suka kalau dipilih dan selalu ingin
memimpin sesuatu. Buat saya memimpin itu menyenangkan mgkn krn tinggal
nyuruh-nyuruh. Di ABhome saya sering mendapatkan kesempatan memimpin
sesuatu.
HSer – Azka
Bakat – bakat dominan saya hampir
semuanya sudah terstimulus dengan project yang saya kerjakan di ABhome.
Yang sangat terasa kuat bakat INDIVIDUALIZATION saya saat mengerjakan
project tim untuk sebuah sekolah favorit di Bogor. Di project ini saya
belajar memahami karakter khusus teman-teman satu tim saya dan juga
harus memahami konsumen dari project tsb. Saya juga memiliki bakat
dominan FOCUS, dalam setiap aktivitas akan lebih menyenangkan jika saya
tahu pasti target yang harus saya capai, saya tidak menyukai aktivitas
tanpa target yang jelas.
HSer – Naura
Gabungan bakat dominan
saya yang RELATOR, EMPATHY, BELIEF menjadikan saya tempat curhat bagi
teman-teman saya. Saya bahkan lebih menghayati curhatan teman saya dari
pada yang curhat. Saya malah yang menangis duluan dan lebih sedih
daripada teman yang curhat.
HSer – Raihan
Bakat saya yang
no.1 MAXIMIZER, saya selalu mau yang paling baik, harus maksimal. Selain
itu bakat dominan saya yang lain adalah ACTIVATOR, saya selalu ingin
bergerak dulu, berangkat duluan, kerjakan saja duluan mikirnya nanti.
Saya sering berdebat dengan Pak Setyo setiap akan outing contohnya gini :
ketika mau ke suatu tempat di Jkt, saya usulkan saja langsung ke
Sentul, nanti di sana baru nanya orang ke arah Jkt nya naik apa. Yang
penting berangkat dulu biar cepat, daripada dipikirin lama tidak
berangkat-berangkat.
HSer – Uwa
Bakat dominan RESPONSIBILITY
saya sangat terasa ketika project#1 saya gagal karena kelalaian saya
membackup data. Saya merasa tidak mampu menyelesaikan tugas dengan baik.
Namun dengan penuh tanggungjawab saya melakukan project2 saya
berikutnya dengan baik. Selain itu, saya senang bisa tampil di sini ,
krn bakat dominan saya SIGNIFICANT yang selalu senang menjadi pusat
perhatian.
HSer – Yaya
Bakat dominan saya yang tersa sekali
adalah INPUT, saya suka sekali mengumpulkan aneka bon, struk belajaan,
tiket dll apalagi kegiatan ABhome banyak outing. Bakat dominan saya yang
lain MAXIMIZER terasa sekali krn saya harus menyelesaikan sesuatu
dengan sempurna, saya akan ulang sampai benar-benar bagus sampai menit
terakhir. Belakangan saya menyadari bakat dominan saya yang lain
CONNECTEDNESS dengan dibantu teman saya Atsila.
.......thanks HSer